Sabtu, 27 Juni 2015

Makalah Tentang Langkah-Langkah dan Urutan Karya Ilmiah



Pengertian karya ilmiah menurut Eko Susilo, M. 1995:11 suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.


Langkah - langkah menyusun karya ilmiah


1. Memilih Topik dan Tema


Pengertian topik dan tema sering dikacaukan. Wahab (1994:4) menyebutkan bahwa yang dimaksud topik adalah bidang medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Sementara itu, tema diartikan sebagai pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Topik yang memang masih terlalu luas harus dibatasi menjadi sebuah tema.


Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah berikut ini.


(1) Isu-isu yang masih hangat.


(2) Peristiwa-peristiwa nasional atau internasional.


(3) Sesuatu (benda, karya, orang, dan lain-lain) yang dikaitkan dengan permasalahan politik, pendidikan, agama, dan lain-lain.


(4) Pengalaman-pengalaman pribadi yang berbobot. Dalam pertimbangan ini bila akan menulis karya ilmiah bidang pendidikan maka yang menjadi pertimbangan adalah topic tentang pendidikan.


Cara yang mudah untuk mencari topik adalah dengan membaca secara cepat berbagai sumber informasi, khususnya tentang pendidikan. Hal ini bertujuan antara lain:


(a) menetapkan topik yang akan dikembangkan,


(b) mencari kemungkinan terdapatnya sumber sebanyak mungkin, dan


(c) mencari verifikasi yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan penulisan atau penelitian.


Selanjutnya penulis perlu membatasi topik. Karena itu, penulis hendaknya:


(a) memilih salah satu aspek khusus dari topik yang menjadi pilihannya,


(b) membatasi waktu dan ruang dari aspek yang telah dipilihnya, dan


(c) memilih peristiwa khusus dari pembatasan tersebut.


Selain itu, Wahab (1994:1-2) menyebutkan tiga hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan topik.


Pertama, penulis dapat memilih topik yang telah menjadi minatnya.


Kedua, penulis dapat memilih topik yang diperkirakan dapat mengembangkan minatnya.


Ketiga, topik tersebut mengundang rasa ingin tahu penulis.


Selain ketiga hal itu, latar belakang pengetahuan penulis terhadap topik yang dipilihnya juga sangat berperan.


Dalam pemilihan suatu topik, penulis harus memperhatikan tiga kriteria berikut ini.


(1) Penulis harus mampu menangani topik yang menjadi pilihannya.


(2) Penulis mempunyai keinginan yang cukup besar untuk mengerjakan.


(3) Penulis mempunyai sarana, prasarana, dan waktu yang cukup untuk mengembangkan topik pilihanya.


Setiap topik atau masalah yang dibahas dalam penelitian harus layak. Dalam hal ini, kelayakan suatu masalah penelitian berkaitan dengan banyak faktor. Faktor itu antara lain sebagai berikut.


(a) Kemanfaatan hasil, sejauh mana penelitian terhadap masalah tersebut akan memberikan sumbangan kepada khasanah teori ilmu pengetahuan atau kepada pemecahan masalah-masalah praktis.


(b) Kriteria pengetahuan yang dipermasalahkan, yaitu mempunyai khasanah keilmuan yang dapat dipakai untuk pengajuan hipotesis dan mempunyai kemungkinan mendapatkan sejumlah fakta empiric yang diperlukan guna pengujian hipotesis.


(c) Persyaratan dari segi peneliti, sejauh mana kemampuan peneliti untuk melakukan penelitian. Hal ini setidaknya menyangkut lima faktor, yaitu: biaya, waktu, alat dan bahan, bekal kemampuan teoritis peneliti, dan penguasaan peneliti terhadap metode penelitian yg akan digunakan.


2. Mengumpulkan Bahan


Setelah memilih topik dan menentukan tema penulisan, penulis mulai mengumpulkan bahan. Bahan bisa didapatkan dari berbagai media cetak maupun elektronika. Bahan-bahan tersebut dikumpulkan terutama yang relevan dengan topik dan tema yang akan ditulis. Pemilihan bahan yang relevan ini bisa dengan cara membaca atau mempelajari bahan secara sepintas serta menilai kualitas isi bahan. Bahan yang sudah terkumpul tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan penulis dan sebagai landasan teoretis dari karya tulis tersebut.


3. Merencanakan Kerangka Penulisan


Setelah memilih topik dan menentukan tema penulisan, serta mengumpulkan bahan yang relevan, penulis mulai merencanakan susunan kerangka penulisan. Wahab (1994:29) menyebutkan tiga alasan penulis perlu menyusun kerangka penulisan. Tiga alasan tersebut adalah:


(1) penyusunan kerangka dapat membantu penulis mengorganisasikan ide-idenya,


(2) penyusunan kerangka mempercepat proses penulisan, dan


(3) penyusunan kerangka dapat meningkatkan kualitas bahasa.


4. Penulisan Karya Ilmiah


Setelah kerangka penulisan karya ilmiah tersusun, langkah selanjutnya yang dilakukan penulis adalah mengembangkan kerangka penulisan karya ilmiah tersebut menjadi paragraf-paragraf pengembangan. Pengembangan sebuah paragraf harus memperhatikan hal-hal berikut ini.


(1) Pilihan kata dalam setiap kalimat dalam paragraf.


(2) Kalimat-kalimat dalam paragraf harus saling mendukung (tidak ada kalimat sumbang, yakni yang tidak mendukung ide pokok dalam paragraf).


(3) Setiap paragraf mengandung satu ide pokok yang dikembangkan dengan beberapa ide penjelas.


(4) Bahasa yang digunakan mengikuti kaidah yang berlaku.


(5) Ejaan dan tanda baca harus diperhatikan. (


6) Ada keterpaduan antara paragraf satu dengan paragraf berikutnya.


5. Penyuntingan, Revisi, dan Draf Final


Setelah kerangka dikembangkan menjadi beberapa paragraf dengan memperhatikan beberapa hal dalam pengembangannya, kegiatan berikutnya adalah penyuntingan. Penyuntingan ini dapat dilakukan oleh penulis itu sendiri, dapat juga dengan bantuan orang lain.


Proses penyuntingan ini meliputi beberapa unsur, yaitu:


(a) teknis penulisan (sistematika, ejaan, dan tanda baca),


(b) kalimat,


(c) paragraf,


(d) bahasa, dan


(e) isi.


Setelah melalui proses penyuntingan ini, penulis mulai merevisi karya tulisnya. Pada akhirnya, draf final karya tulis ilmiah tersebut dapat disusun dan dipublikasikan.






Kerangka Penyusunan Karya ilmiah


Kerangka karya ilmiah terdiri dari:


1. Judul


2. Lembar Pengesahan


3. Abstrak/Ringkasan


4. Kata Pengantar


5. Daftar Isi


6. Daftar Tabel


7. Daftar Gambar


8. Daftar Lampiran


9. Daftar Istilah dan atau Daftar Singkatan [kalau ada]


10. BAB I Pendahuluan (latar belakang, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, kegunaan penelitian, kerangka pemikiran)


11. BAB II Tinjauan Pustaka


12. BAB III Bahan dan Metode Penelitian (bentuk penelitian, subjek penelitian, ukuran sampel, definisi operasional, variabel penelitian, prosedur penelitian, cara pemeriksaan/pengukuran, analisis data, tempat dan waktu penelitian, jadwal penelitian, alur penelitian)


13. BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan


14. BAB V Kesimpulan dan Saran


15. Daftar Pustaka


16. Lampiran.






Teknik Penyusunan Karya ilmiah Kerangka Penyusunan Karya Ilmiah. Dalam penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap antara lain.


1. Tahap Persiapan


2. Tahap Pengumpulan data.


3. Tahap Pengorganisasian.


4. Tahap Pemeriksaan/ penyunting konsep.


5. Tahap Penyajian.






1.Tahap Persiapan.


Dalam tahap persiapan dilakukan:


a. Pemilihan masalah atau topik dan mempertimbangkan


i.Topik yang akan di pilih harus yang ada di sekitar penulis.


ii.Topik yang di pakai harus topik yang paling menarik dari topik yangada.


iii.Pembahasan harus terpusat pada segi lingkup sempit dan terbatas.


iv.Memilki data dan fakta yang obyektif dan mencukupi.


v.Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya meskipun sedikit.


vi.Harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang bisa dijadikan referensi.


b.Pembatasan topik atau penentuan judul


i.Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah dilakukan.


ii.Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisn karya ilmiah atau setelah selesai penulisan karya ilimiah tersebut.


iii.Penentuan judul karya ilmiah harus dapat menjawab dari pertanyaan yang mengandungunsure 4W + 1H yakni what (apa), why (kenapa), who (siapa), where (dimana) dan how (bagaimana).


c.Pembuatan kerangka karangan (outline)


i.Membimbing untuk memulai menyusun kerangka karangan.


ii.Membuat pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak menjadi tumpang tindih dalam penulisannya.


iii.Pembuatanrencana daftar isi dari karya ilmiah.






2.Tahap penulisan data


a.Pencarian keterangan dari bhn bacaan atau referensi.


b.Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan dijadikan tema dalam karya ilmiah.


c.Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti dan dijadikan tema dari karya ilmiah.


d.Melakukan percobaan dilabolatorium atau pengujian data di lapangan.






3.Tahap Pengorganisasian dan pengkonsepan


a.Pengelompokan bahan untuk mengorganisasikan bagian mana yang akan temasuk dalam karya ilmiah, data yang telah terkumpul diseleksi kembali dan dikelompokan sesuai jenis, sifat dan bentuk data.


b.Pengkonsepan karya ilmiah dilakuakn sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan yang telah ditetapkan.






4.Tahap pemeriksaan atau penyuntingan konsep (editing), tahap ini bertujuan untuk :


a.Melengkapi data yang dirasa masih kurang.


b.Membuang dan mengedit data yang dirasa tidak relevan serta tidak cocok dengan pokok bahasan karya ilmiah.


c.Mengedit setiap kata-kata dalam karya ilmiah untuk menghindari penyajian bahan-bahan secara berulang-ulang atau terjadi tumpang tindih antara tulisan satu dengan tulisan yang lain.


d.Mengedit setiap bahasa yang ada dalam karya ilmiah untuk menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, contoh dalam penyusunan dan pemilihan kata, penyesuaian kalimat, penyesuaian paragraph, maupun penerapan kaidah ejaan sesuai EYD






5.Tahap Penyajian


a.Teknik penyajian karya ilmiah harus dengan memperhatikan :


i.Segi kerapian dan kebersihan.


ii.Tata letak (layout) unsure-unsur dalam format karya ilmiah, misal padahalaman pembuka, halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka, dll.


iii.Memakai standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, missal standar penulisan kutipan, catatan kaki, daftar pustaka dan penggunaan bahasa sesuai dengan EYD.






BAB III


PENUTUP


Disemua uraian penutup yang dimuat dalam makalah ini, terdapat beberapa hal yang harus dicermati. Pertama , sebuah karya ilmiah sebagai mana dalam makalah ini adalah suatu pemikiran yang utuh. Karya tersebut merupakan sebuah gagasan lengkap, yang mungkin sangat rumit atau sederhana saja. Dalam menulis karya ilmiah, seorang penulis diharapkan mampu untuk mengkomunikasikan temuan atau gagasan ilmiahnya secara lengkap dan gambling agar mudah dipahami. Kedua, menulis karya ilmiah berbeda dengan karya imajinatif. Persiapan yang seksama dan pemikiran yang matang dan runtut perlu diperhatikan. Ketiga, dalam menyampaikan pemikirannya, penulis tidak mungkin mengabaikan perkembangan yang terjadi di sekitarnya, khususnya yang terjadi dalam bidang keilmuannya sendiri. Keempat, sarana utama dalam menyusun dan menyampaikan pemikiran adalah bahasa,. Bahasa sebuah sistem komunikasi memiliki aturan- aturan sendiri sekalipun sistem itu terus berkembang. Terakhir adalah masalah tanggung jawab, sekalipun kata ini tidak banyak muncul dalam buku ini, tulisan-tulisan yang ada mengajak pembaca untuk menyadari bahwa seorang penulis mempunyai berbagai tanggung jawab.





Dalam menulis kerangka tulisan ilmiah yang perlu diperhatikan adalah bagian-bagian dalam tulisan ilmiah, terutama dalam jurnal ilmiah antara lain, judul tulisan, nama dan alamat penulis, abstrak, pengantar, permasalahan penelitian, bahan dan cara penelitian, hasil, pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih, dan daftar putaka.

1 komentar:

  1. wah sangat bagus sekali cerita ini


    http://www.maxisbola.com/NewIndex.aspx

    BalasHapus